Contoh Soal Investasi Dalam Saham

Contoh Soal Investasi Dalam Saham – Sepanjang abad ke-20 dan ke-21, saham telah menjadi salah satu kelas aset dengan kinerja terbaik, dan dengan andal mengubah dolar menjadi jutaan.

Investor dengan senang hati membelinya ketika harganya mahal, dan dengan takut menjualnya ketika harganya jatuh selama resesi, dan akhirnya berkinerja di bawah rata-rata yang mereka coba kalahkan.

Panduan ini membantu Anda memulai investasi dengan menunjukkan Contoh Soal Investasi Dalam Saham, termasuk dana indeks dan saham individual.

Untuk investor cerdas yang membeli saat saham murah, atau hanya membeli.

Apa itu Saham?

Saham, juga dikenal sebagai ekuitas, adalah jenis keamanan yang mewakili kepemilikan dalam sebuah perusahaan. 

Kepemilikan perusahaan dibagi menjadi jutaan keping yang berpotensi dan investor dapat membeli kepingan tersebut. Setiap bagian disebut saham, atau saham. Proporsi berapa banyak yang dimiliki investor diukur melalui unit saham ini. Berapa banyak bagian yang dimiliki setiap perusahaan tergantung pada masing-masing perusahaan. 

Misalnya, jika sebuah perusahaan menerbitkan 10.000.000 saham dan seorang investor membeli 1.000 saham, mereka memiliki 0,01% saham perusahaan. 

Baca Juga: Perbedaan Trading Saham Atau Forex, Wajib Tahu

Contoh Soal Investasi Dalam Saham – Bagian 1

Pada tanggal 2 Januari 2012, PT X membeli 40% saham yang beredar PT Y. PT Y melaporkan laba bersih sebesar Rp 725.000.000 dan mengumumkan deviden sebesar Rp 205.000.000 selama tahun 2012. Berapakah jumlah penyesuaian yang akan dilakukan oleh PT X terhadap investasinya pada saham PT Y dengan metode ekuitas?Investasi dalam saham PT Y 4,000,000,000 Kas 4,000,000,000Perhitungan :dimisalkan 40% dari seluruh saham PT Y adalah Rp 4.000.000.000Investasi dalam saham PT Y 290,000,000 Laba dari saham PT Y 290,000,000Perhitungan :40% (Rp 725.000.000) = Rp 290.000.000Piutang deviden 82,000,000 Investasi dalam saham PT Y 82,000,000Perhitungan :40% (Rp 205.000.000) = Rp 82.000.000Pada tanggal 2 Januari 2012, PT A membeli 25% saham yang beredar PT B. PT B melaporkan rugi bersih sebesar Rp 250.000.000 dan mengumumkan deviden sebesar Rp 40.000.000 selama tahun 2012. Berapa jumlah penyesuaian yang aka dilakukan oleh PT A terhadap investasinya pada saham PT B dengan metode ekuitas?Investasi dalam saham PT B 2,500,000,000 Kas 2,500,000,000Perhitungan :Dimisalkan 25% dari seluruh saham PT B adalah Rp 2.500.000.000Rugi dari saham PT B 62,500,000 Investasi dalam saham PT B 62,500,000Perhitungan :25% (Rp 250.000.000) = Rp 62.500.000Piutang deviden 10,000,000 Investasi dalam saham PT B 10,000,000Perhitungan :25% (Rp 40.000.000) = Rp 10.000.000

Lagi Viral  3 Aplikasi Trading Saham Terbaik

Contoh Soal Investasi Dalam Saham – Bagian 2

Pada tanggal 1 Maret, PT Refa memperoleh 4.000 lembar dari 50.000 lembar saham biasa yang beredar PT Refi seharga 40,5 ditambah biaya komisi sebesar Rp 150.000. Pada tanggal 8 Juli, deviden tunai sebesar Rp 1.750 per lembar dan deviden saham 2% diterima. Pada tanggal 7 Desember, 1.000 lembar saham dijual seharga 52,5 dikurangi biaya komisi Rp 55.000Investasi dalam saham PT Refi 16,200,000Biaya komisi 150,000 Kas 16,350,000Perhitungan :4.000 x 40,5 x 100% = Rp 16.200.000Biaya komisi = Rp 150.000Kas = Rp 16.350.000Kas 7,324,000 Pendapatan deviden 7,000,000 Deviden saham 324,000Perhitungan :Rp 1.750 x 4.000 = Rp 7.000.0002% (Rp 16.200.000) = Rp 324.000Kas 5,195,000Biaya Komisi 55,000 Investasi dalam saham PT Refi 4,050,000 Laba penjualan saham PT Refi 1,200,000Perhitungan :1.000 x 5.250 = Rp 5.250.0001.000 x 4.050 = Rp 4.050.000Laba = Rp 1.200.000PT Merah memperoleh 70.000 lembar saham biasa PT Putih dengan total biaya Rp 1.960.000.000 sebagai investasi jangka panjang. PT Putih memiliki 280.000 lembar saham biasa yang beredar. PT Merah menggunakan metode ekuitas untuk investasi tersebut. PT Putih melaporkan laba bersih Rp 3.000.000.000 untuk periode berjalan.

Lagi Viral  Kisah Sukses Trading Forex Modal Kecil

Contoh Soal Investasi Dalam Saham – Bagian 3

SOAL 1PT. LUMUT memiliki saham PT Lumpur untuk tujuan jangka panjang. Berikut saldo rekening “Investasi Pada saham”:TanggalPembelian Jumlah (lembar)Nominal PerLembar Harga Perolehan Total16-08-90 100 Rp10.000,- Rp2.500.000,-16-05-91 300 Rp10.000,- 3.900.000,-14-12-92 150 Rp10.000,- 1.650.000,-550 Rp.8.050.000,-Pada tanggal 5 Januari 1996, diterima hak beli saham (HBS), 1 lembar saham mendapat1 lembar HBS. Saham baru dapat dibeli sebesar nilai nominalnya ditambah dengan 10 lembar HBS. Harga pasar saham tanpa HBS Rp25.000,-. Sedangkan harga pasar HBS per lembar Rp1.500,-Diminta:a. Jurnallah alokasi harga perolehan investasi saham ke HBS!1. Hitunglah harga perolehan per lembar saham jika arus harga perolehan yang digunakan adalah metode masuk pertama, keluar pertama (FIFO)!2. Hitunglah rugi/laba penjualan saham sebanyak 100 lembar dengan harga per lembar Rp25.000,- (Metode LIFO)!

Baca Juga: Aplikasi Terbaik Tranding Saham

Jenis Saham

Ada banyak jenis saham yang berbeda di luar sana, dengan jenis yang paling populer umumnya termasuk dalam tiga kategori ini: saham pertumbuhan, nilai, dan blue-chip.

Pertumbuhan Saham

Pertumbuhan saham memiliki harga yang lebih tinggi untuk rasio pendapatan dan umumnya tidak membayar dividen yang signifikan. Mereka juga dapat menawarkan pengembalian yang lebih tinggi, tetapi dengan biaya volatilitas yang lebih tinggi, atau tingkat risiko. Perusahaan yang memiliki permintaan pasar yang kuat dan meningkat cenderung memiliki saham pertumbuhan yang paling sukses. Hal ini terutama terjadi jika perusahaan dapat memanfaatkan kebutuhan pelanggan untuk jangka panjang.

Lagi Viral  Tips Untuk Menemukan Broker Forex yang Tepat

Meskipun demikian, bisnis ini dapat menghadapi banyak persaingan — kemungkinan bisnis saham pertumbuhan terganggu bisa tinggi. Bahkan periode bisnis yang lambat dapat menjadi penyebab turunnya harga saham. 

Contoh saham pertumbuhan termasuk Amazon dan Facebook.

Nilai Saham

Nilai saham adalah kebalikan dari saham pertumbuhan karena mereka cenderung undervalued, diperdagangkan pada harga yang lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan perusahaan, arus kas dan nilai buku secara keseluruhan. Perusahaan yang menawarkan nilai saham cenderung terkenal dan sudah ada sejak lama. Mereka mungkin juga telah membuktikan diri — alias dikenal sebagai pemimpin di industri ini. 

Investor yang menginginkan stabilitas dalam investasinya dapat memilih bisnis yang memiliki model andal yang telah terbukti berhasil. Meskipun pengembalian mungkin tidak setinggi itu, nilai saham biasanya merupakan perusahaan yang lebih matang yang membayar dividen lebih tinggi.  

Contoh saham nilai termasuk JPMorgan Chase dan Intel.

Saham Blue-Chip

Saham blue chip dikeluarkan oleh perusahaan yang memiliki reputasi sangat baik dan dipuja oleh industrinya. Mereka mirip dengan nilai saham karena memberikan pengembalian yang stabil.

Contoh saham blue-chip termasuk Unilever dan AT&T.

Ad Blocker Detected!

Matikan Anti Iklan

Refresh